Feeds:
Tulisan
Komentar

Jenis Led

2 Jenis Led yang Kami Tawarkan


Ada banyak jenis Led, umumnya kedua jenis led ini yang kami gunakan untuk aplikasi pada reklame. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, persamaannya keduanya menggunakan daya listrik yang sama yaitu sebesar 1 watt per kepingnya. Perbedaannya terletak pada kegunaan dan fungsinya.

Led Strip

Led Strip

Terdiri atas beberapa unit led yang disatukan dalam satu lonjoran/keping yang bisa dipatah-patahkan atau dipisahkan sesuai keperluan, misal untuk aplikasi ke reklame huruf timbul. Sifat cahayanya lebih menyebar daripada Led kotak. Sayangnya Led strip tidak tahan terhadap air sehingga penggunaannya juga harus disertai dengan pengamanan ekstra ketat terhadap kemungkinan masuknya air dalam box reklame. Led ini biasanya kami gunakan untuk aplikasi reklame Panel Neon dengan ketebalan box minimal 3-5 cm, bisa juga diaplikasikan ke neonbox yang khusus dipasang di dalam ruangan.

Led Kotak

Terdiri dari 4 unit Led yang menjadi satu kesatuan dalam 1 keping. Fungsi Led satu ini kami aplikasikan untuk neonbox karena sifat cahayanya yang lebih terang daripada Led Strip.

Led Kotak

Bedanya, Led Kotak waterproof dari air oleh karena itu sangat cocok untuk diaplikasikan ke reklame outdoor. Ketahanannya pun bisa hingga tahunan. Sayangnya Led Kotak tidak cocok diaplikasikan ke Panel Neon karena tipisnya box menampakkan titik-titik cahayanya.

Sementara ini baru kedua Led ini yang kami tawarkan, tunggu saja jenis Led lainnya….. :)

Ledbox

Hasil? Jelas Lebih Baik LEDBOX daripada NEONBOX

Setelah hampir 2 hari mengutak-atik Led demi mencari informasi untuk dimuat pada web ini, akhirnya bisa juga kami melihat dan membandingkan antara Neonbox yang menggunakan lampu TL dan yang menggunakan Led. Kesimpulan kami;

  1. Penggunaan Led 8 x lebih hemat daripada lampu TL serta kekuatan lampu Led juga jauh lebih kuat daripada TL.
  2. Sama-sama memperlihatkan bentuk lampu pada saat nyala (Led berupa titik, TL berupa garis) meski terlihat agak samar-samar. Semakin baik kualitas cover (backlit, acrilic, dsb) semakin tidak terlihat bentuk lampu yang digunakan.
  3. Pada saat salahsatu lampu mati, penggantian lampu Led jauh lebih mudah daripada TL karena tidak perlu menggunakan kawat pengikat, trafo, kabel, dsb. Hanya menggunakan double tape dan solder.
  4. Jika menggunakan Led ketebalan box bisa diatur minimal 5 cm. Sebenarnya memungkinkan dengan ketebalan 3-4 cm tetapi harus menggunakan lapisan cover acrilic susu agar bentuk lampu saat nyala tidak terlalu terlihat. Jika menggunakan TL jelas minimal ketebalan 20 cm.
  5. Dikarenakan ketebalan yang fleksibel ini, Ledbox lebih memudahkan dalam pembuatan rangka. Rangka pun bisa menggunakan bahan yang tersedia dipasaran dengan ketebalan 4 – 7 cm. Sehingga untuk ukuran-ukuran dibawah 1 m2 bisa dibuat tanpa rangka.

    Rangka Ledbox

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada saat pengujian tersebut kami membuktikan bahwa hasil pencahayaan antara lampu TL dan Led nyaris tidak terlalu berbeda, malahan hasil pencahayaan pada Led lebih stabil karena saat dinyalakan cahaya timbul secara bersamaan. Begitu juga yang terjadi saat Led kami coba pada aplikasi reklame lainnya seperti Panel Neon. Berbeda dengan neonbox yang menggunakan lampu TL, jika dinyalakan lampu hidup tidak bersamaan atau lampu TL nyala satu-persatu.

Neonbox dengan Lampu LED

 

 

 

 

 

Memadukan LED dengan PANEL NEON®

Berangkat dari niat untuk mencari produk reklame yang hemat listrik untuk Balikpapan, sekitar beberapa bulan yang lalu kami membeli lisensi Panel Neon di Bandung dan hingga kini produk tersebut masih kami jual ke pelanggan. Produk reklame satu ini memang hemat jika dibandingkan dengan neonsign atau neonbox. Konsepnya; bentuk dan modelnya menyerupai neonbox yang menggunakan mika/acrilic tapi hasilnya bila dilihat saat malam menyerupai neonsign yang mempunyai pendaran cahaya. Daya listriknya pun lebih hemat daripada neonbox/neonsign, meski sama-sama menggunakan lampu TL bedanya Panel Neon tidak menggunakan lampu TL sebanyak neonbox. Dibandingkan dengan neonsign, Panel Neon tidak menggunakan batangan-batangan neon tube dan trafonya untuk menghasilkan pendaran seperti neonsign.

panel-neonbox

Reklame dengan Panel Neon

Kendala yang kami hadapi untuk Panel Neon yang dipasang di outdoor seringkali lampu TL di dalam box pecah karena tidak tahan panas. Setelah dipelajari, penyebabnya ternyata material acrilic/mika pada cover Panel Neon tidak tahan panas dikarenakan ketebalan box yang terlalu tipis. Sempat beberapa kali kami mengganti lampu TL seorang customer kami dikarenakan pecah didalam boxnya.

Syukurlah, fungsi Led sebagai pengganti lampu ternyata bisa menjadi solusi jitu untuk mengatasi hal ini, untuk ketahanan terhadap panas matahari yang mengenai mika. Aplikasi Led yang Anti pecah, anti getar dan sangat mungkin untuk membuat tebal box lebih tipis/slim. Jika masih menggunakan lampu TL tentunya tebal box 5 cm tidak mungkin untuk diaplikasikan.

Panel Neon dengan LED

 

 

 

 

 

 

Penggunaan Led pada Panel Neon secara otomatis membuat penggunaan listriknya menjadi jauh lebih hemat lagi! Luar biasa hemat jika dibandingan dengan lampu TL. Pada gambar dibawah hanya dengan 1 watt atau 1 keping Led mampu membuat Panel Neon berukuran 50 x 30 cm hidup.

Panel Neon dengan 1 Batang Led

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saat Dinyalakan

Aplikasi LED

Aplikasi Lampu LED Pada Reklame

 

Lampu bagi reklame merupakan bagian yang tak terpisahkan, selain sebagai penerangan, lampu juga merupakan salah satu syarat terlihatnya iklan dan pesan pada reklame. Salah satu contoh reklame yaitu neonbox yang biasanya menggunakan batangan lampu TL dengan daya sebesar 20 watt hingga 40 watt/lampu. Jika kita hanya berbicara pada satu neonbox dengan ukuran kecil tentunya daya sebesar itu tidaklah terasa apa-apa tapi untuk neonbox berukuran besar atau berukuran kecil dan berjumlah banyak tentu hal ini menjadi suatu masalah. Berapa ribu watt yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut? Bahkan beberapa kali saya melayani customer yang tidak mampu menghidupkan reklamenya hanya karena daya listrik yang tidak mencukupi.

reklame-led

Reklame yang Menggunakan Led

Coba kita simulasikan, 10 unit neonbox berukuran 1 x 2 m minimal akan menggunakan 8 lampu TL 40 watt. Jika dikalikan maka satu neonbox menggunakan 320 watt dan setelah dikalikan dengan 10 unit akan mengeluarkan daya 3.200 watt atau sekurangnya setara dengan 3 rumah berdaya 900 watt. Jika dikaitkan dengan masalah krisis listrik akhir-akhir ini, Menurut saya ini merupakan angka yang fantastis sekaligus IRONIS, disaat masyarakat sedang membutuhkan listrik, reklame yang juga merupakan PAD, malah mengeluarkan listrik sebesar daya yang minimal mereka butuhkan.

Jika diaplikasikan dengan LED, neonbox dengan ukuran 1 x 2 m akan menggunakan LED strip sebanyak 20 keping yang masing-masing kepingnya berdaya 1 watt, maka total daya untuk 1 unit neonbox adalah sebesar 40 watt. Jika dibandingkan dengan angka 320 watt tentu sangat jauh bukan? 8 x lebih hemat daya daripada menggunakan TL. Berbagai keunggulan lainnya LED dalam jangka panjang tentunya bisa menjadi sangat ekonomis untuk menggantikan lampu TL pada reklame.

Dilihat dari daya yang dikeluarkan oleh Led jika dibandingkan dengan lampu TL tentu aplikasi Led sangat efisien. Apalagi jika dibandingkan umur teknisnya, Led mampu hidup lebih lama dan tahan dengan on-off listrik. Tunggu apa lagi, jika Anda punya rencana di Balikpapan untuk membuat reklame jangan lupa hubungi kami untuk aplikasi lampu Led.

Kun Umirtu

Fungsi Lampu LED

LED | Lampu Hemat Listrik Masa Depan

LED (Light Emitting Diode) merupakan sejenis lampu yang akhir-akhir ini muncul dalam kehidupan kita. LED dulu umumnya digunakan pada gadget seperti ponsel atau PDA serta komputer. Sebagai pesaing lampu bohlam dan neon, saat ini aplikasinya mulai meluas dan bahkan bisa kita temukan pada korek api yang kita gunakan, lampu emergency dan sebagainya. Led sebagai model lampu masa depan dianggap dapat menekan pemanasan global karena efisiensinya.

Lampu LED sekarang sudah digunakan untuk:

-          penerangan untuk rumah

-          penerangan untuk jalan

-          lalu lintas

-          advertising

-          interior/eksterior gedung

Cahaya Led

Kualitas cahayanya memang berbeda dibandingkan dengan lampu TL atau lampu lainnya. Tingkat pencahayaan LED dalam ruangan memang tak lebih terang dibandingkan lampu neon, inilah mengapa LED dianggap belum layak dipakai secara luas. Untungnya para ilmuwan di University of Glasgow menemukan cara untuk membuat LED bersinar lebih terang. Solusinya adalah dengan membuat lubang mikroskopis pada permukaan LED sehingga lampu bisa menyala lebih terang tanpa menggunakan tambahan energi apapun. Pelubangan tersebut menerapkan sistem nano-imprint litography yang sampai saat ini proyeknya masih dikembangkan bersama-sama dengan Institute of Photonics.

Sementara ini beberapa jenis lampu LED sudah dipasarkan oleh Philips. Anda bisa menemui beberapa model lampu LED bergaya bohlam yang hadir dalam warna putih susu dan juga warna-warni. Daya yang diperlukan lampu jenis ini hanya sekitar 4-10 watt saja dibandingkan lampu neon sejenis yang mencapai 12-20 watt. Jika dihitung secara seksama memang bisa diakui bahwa lampu LED menggunakan daya yang lebih hemat daripada lampu TL.

Ayo Balikpapan, mari mulai hemat listrik dengan menggunakan lampu LED!!

Reklame Balikpapan

Reklame Balikpapan Hari Ini | Sebuah Kajian Kritis

Pusat Kota Balikpapan

Krisis listrik di Indonesia yang kita rasakan hingga hari ini memang menjadi sesuatu yang memprihatinkan bagi kita semua. Khususnya Balikpapan sebagai kota berkembang, kebutuhan akan listrik yang selalu bertambah setiap tahunnya dan tidak seimbang dengan penyediaan yang dilakukan oleh instansi kelistrikan. Sebagai bagian dari masyarakat Balikpapan, terutama sebagai praktisi reklame yang juga menggunakan listrik, kami merasa ikut bertanggungjawab untuk mengatasi hal ini. Reklame merupakan salah satu pengguna daya listrik yang juga memiliki porsi khusus dalam pemakaian listrik per harinya.

Sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD), tentunya pemasangan listrik pada reklame tidak seselektif pada pemasangan listrik untuk rumah. Biasanya perizinannya hanya melalui Badan Perizinan dan Investasi Daerah (BPID) dan Dispenda. Ironisnya, listrik yang dibutuhkan untuk menyalakan sebuah reklame kadangkala lebih besar dari yang dibutuhkan untuk menghidupkan sebuah rumah. Tidak ada kajian khusus untuk menyeleksi penggunaan listrik sebuah reklame, pemerintah tetap membolehkan pemasangannya dengan alasan untuk mendongkrak PAD. Paling-paling hal yang diributkan hanya sebatas lokasi, tinggi reklame, pajak retribusi dan konstruksinya.

Balikpapan di Malam Hari

Balikpapan di Malam Hari

Berbagai macam bentuk reklame, mulai dari neonsign, neonbox dan lampu sorot, semua menggunakan listrik. Bila dijumlahkan konsumsi listrik dari beberapa reklame besar yang ada tentu akan kita dapatkan besaran watt yang akan membuat kita geleng-geleng kepala. Apalagi iklim kompetisi usaha di Balikpapan membuat kebutuhan akan iklan makin hari makin meningkat. Di kota-kota lain, hal ini telah menjadi perhatian bagi pemerintahnya. Contoh di Jakarta mensyaratkan pengusaha reklame untuk menggunakan Timer untuk mengatur waktu nyalanya diluar dari jam puncak pemakaian listrik.

Kami yakin pasti ada jalan tengah antara krisis listrik yang kita rasakan dengan bagaimana melayani kebutuhan klien akan reklamenya. Intinya, bagaimana cara menghemat listrik dalam penggunaan reklame? Syukur-syukur, reklame tersebut malah tidak menggunakan sumberdaya listrik yang disediakan oleh PLN. Mungkinkah?

Kun Umirtu

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.